BAHARI DUA – Menyikapi rentetan insiden kecelakaan laut (laka laut) yang menimpa sejumlah nelayan akhir-akhir ini, Kepolisian Sektor (Polsek) Sampolawa mengambil langkah cepat dan antisipatif. Pada Rabu, 29 Juli, Kapolsek Sampolawa, Ipda Kardi, memimpin langsung kegiatan sosialisasi kewaspadaan cuaca ekstrem yang dipusatkan di Balai Pertemuan Desa Bahari, Kecamatan Sampolawa.

Kegiatan strategis ini merangkul tiga wilayah sekaligus, dan dihadiri langsung oleh Kepala Desa Bahari, Pj. Kepala Desa Bahari Dua, serta Pj. Kepala Desa Bahari Tiga. Turut hadir pula jajaran perangkat desa dari masing-masing wilayah, beserta perwakilan warga dan kelompok nelayan dari ketiga desa tersebut.
Dalam arahannya, Ipda Kardi menekankan pentingnya kewaspadaan ekstra bagi para nelayan saat melaut, mengingat kondisi cuaca saat ini yang terbilang cukup ekstrem dan sulit diprediksi. Rentetan kecelakaan laut yang baru saja terjadi menjadi evaluasi bersama agar keselamatan nyawa menjadi prioritas utama.
Sebagai wujud nyata dari upaya pencegahan ini, Polsek Sampolawa bersama pemerintah desa tidak hanya melakukan imbauan lisan, tetapi juga memasang sejumlah papan imbauan dan peringatan di sekitaran area pantai yang menjadi titik kumpul para nelayan.
Selain berfokus pada keselamatan di laut, Ipda Kardi juga menyoroti potensi kerawanan bencana di darat. Ia memberikan atensi khusus terkait antisipasi kebakaran lahan dan rumah warga.
“Kami juga mengimbau kepada seluruh masyarakat, baik yang akan pergi melaut maupun beraktivitas di luar, agar senantiasa memperhatikan kondisi rumah yang ditinggalkan. Pastikan kompor, aliran listrik, dan sumber api lainnya sudah dalam keadaan mati dan aman untuk mencegah terjadinya musibah kebakaran rumah maupun lahan,” tegas Ipda Kardi di hadapan warga.
Sinergi antara aparat kepolisian dan tiga pemerintah desa (Bahari, Bahari Dua, dan Bahari Tiga) ini mendapat apresiasi positif dari masyarakat setempat. Kehadiran para pimpinan desa beserta perangkatnya menunjukkan kekompakan lintas sektor dalam melindungi keselamatan warganya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mitigasi bencana, baik di laut akibat cuaca ekstrem maupun di darat akibat kelalaian, dapat semakin meningkat sehingga kerugian materiel hingga korban jiwa dapat dihindari.
